Desa Wisata sebagai Ruang Keseimbangan: Strategi Pembangunan Pariwisata dan Pelestarian Warisan Budaya
Keywords:
pengembangan pariwisata, warisan budaya, desa wisata, pariwisata berkelanjutan, pariwisata berbasis komunitas, pembangunan berimbangAbstract
Pariwisata merupakan sektor penting dalam pembangunan global yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Namun, perkembangan pesat pariwisata juga menimbulkan tantangan serius terkait pelestarian warisan budaya yang menjadi daya tarik utama suatu destinasi. Artikel ini menganalisis bagaimana desa wisata dapat menjadi model pengembangan pariwisata yang mampu menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan konservasi budaya. Melalui kajian literatur sistematis dan analisis kasus komparatif dari Thailand, Laos, Eropa, Arab Saudi, dan Indonesia, ditemukan bahwa keseimbangan tersebut hanya dapat dicapai melalui strategi pengelolaan berbasis keberlanjutan, partisipasi komunitas, serta regulasi yang adaptif terhadap perubahan sosial dan ekonomi (Sangchumnong & Kozak, 2020; Dodds, 2025; Zhu et al., 2022). Studi menunjukkan bahwa desa wisata berpotensi menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat lokal, pemerintah, dan pelaku industri untuk menciptakan pariwisata yang inklusif sekaligus menjaga identitas budaya (Bratayasa, 2023; Diarta & Ketut, 2017). Di sisi lain, kurangnya tata kelola dan pengawasan dapat berujung pada komersialisasi berlebihan, hilangnya otentisitas budaya, serta degradasi lingkungan (Wasela, 2023). Dengan demikian, pendekatan holistik dan multidimensi dalam pengelolaan desa wisata menjadi prasyarat mutlak bagi keberlanjutan budaya, sosial, dan lingkungan demi kesejahteraan generasi mendatang.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 PARIWISATA: Jurnal Studi Pariwisata Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.