Liberalisasi Visa dan Kontrol Imigrasi: Studi Komparatif Keberhasilan Pariwisata Jepang dan Tantangan Indonesia
Kata Kunci:
pariwisata, liberalisasi visa, kontrol imigrasi, multiplier effect, Jepang, IndonesiaAbstrak
Penelitian ini menganalisis keberhasilan Jepang dalam mengelola 36 juta wisatawan asing pada tahun 2024 dengan tingkat pelanggaran imigrasi hanya 0,2%, serta implikasinya bagi pengembangan kebijakan pariwisata Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan analisis komparatif berbasis data sekunder dari Japan Immigration Services Agency, World Travel and Tourism Council, dan berbagai jurnal bereputasi, studi ini mengidentifikasi empat faktor kunci keberhasilan Jepang: sistem sanksi yang terukur, penegakan hukum konsisten, integrasi teknologi biometrik, dan budaya kepatuhan. Kontribusi ekonomi pariwisata Jepang mencapai 44,6 triliun yen terhadap PDB dengan rasio manfaat-biaya 743:1 dibandingkan penanganan pelanggaran imigrasi. Sementara itu, Indonesia pasca-liberalisasi visa 2016 justru mengalami peningkatan pelanggaran imigrasi sebesar 176% dalam dua tahun. Temuan ini menegaskan bahwa liberalisasi visa tanpa sistem pendukung yang memadai bersifat kontraproduktif, sebagaimana dibuktikan dalam berbagai studi terkini. Penelitian ini merekomendasikan implementasi "pintu yang lebih cerdas" melalui integrasi teknologi, sistem biometrik, dan konsistensi penegakan hukum sebagai syarat keberhasilan liberalisasi visa di Indonesia.
Kata Kunci: pariwisata, liberalisasi visa, kontrol imigrasi, multiplier effect, Jepang, Indonesia
Referensi
Asia Times. (2025, 15 Desember). Indonesia floods: the real risk was not foreign aid. Asia Times.
Center for Disaster Data, Information and Communication of BNPB. (2021). Disaster Risk Assessment Indonesia 2021. Jakarta: BNPB.
Diplomacy.edu. (2025). Los Angeles Wildfires and Disaster Diplomacy: Can Global Aid Strengthen International Relations? Geneva: DiploFoundation.
Duan, J., Xie, C., & Morrison, A.M. (2022). Tourism Crises and Impacts on Destinations: A Systematic Review of the Tourism and Hospitality Literature. Journal of Hospitality and Tourism Management, 50, 265-280.
Felfeli, A. (2023). Humanitarian Diplomacy. Dalam F. Onditi et al. (Eds.), The Palgrave Handbook of Diplomatic Thought and Practice in the Digital Age (pp. 145-172). Cham: Palgrave Macmillan.
Irwin, J.F. (2025). Catastrophic Diplomacy: US Foreign Disaster Assistance in the Twentieth Century. Chapel Hill: University of North Carolina Press.
Liu-Lastres, B., Mariska, D., Tan, X., & Ying, T. (2020). Can post-disaster tourism development improve destination livelihoods? A case study of Aceh, Indonesia. Journal of Sustainable Tourism, 28(12), 2051-2070.
Mair, J., Ritchie, B.W., & Walters, G. (2016). Towards a research agenda for post-disaster and post-crisis recovery strategies for tourist destinations: a narrative review. Current Issues in Tourism, 19(1), 1-26.
Mardialina, M., Anam, S., Karyajaya, P.L., Hidayat, A., & Lestari, B.U.S. (2024). The ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre): Examining Gender-Based Approach in the 2018 Lombok Earthquake. Journal of ASEAN Studies, 12(2), 201-225.
Oxford Business Group. (2024). Promoting less-visited tourism areas in Indonesia. Asia 2024 Report.
Phar Kim Beng. (2025, 22 Desember). Indonesia's 'Mandiri' in Disaster Response is Not a Rejection of Compassion – It is a Positive Assertion of Sovereignty. Malay Mail.
Prideaux, B., & Hassan, A. (Eds.). (2024). Handbook on Crisis and Disaster Management in Tourism. Cheltenham: Edward Elgar Publishing.
Reinhardt, G.Y., & Lutmar, C. (2022). Disaster Diplomacy: The Intricate Links between Disaster and Conflict. Journal of Peace Research, 59(1), 3-11.
ReliefWeb. (2021). Disaster Management Reference Handbook – Indonesia. Honolulu: Center for Excellence in Disaster Management and Humanitarian Assistance.
Sustainability Journal. (2023). Sport Tourism, Regional Development, and Urban Resilience: A Focus on Regional Economic Development in Lake Toba District. Sustainability, 15(7), 5960.
Tan, X., Ying, T., Mariska, D., Liu-Lastres, B., Ye, S., & Kim, H. (2022). Residents' involvement in disaster tourism as a practice: The Case of an Islam destination, Aceh. Annals of Tourism Research, 96, 103462.
Tourism Recreation Research. (2025). Impact of effective crisis management on post-disaster destination image and tourist travel intentions. Tourism Recreation Research, Early View.
Universitas Sumatera Utara. (2024). Sustainable Tourism Development in Lake Toba: A Comprehensive Analysis of Economic, Environmental, and Cultural Impacts. International Journal of Sustainable Development and Planning, 19(8).
World Bank. (2025). Indonesia's Integrated Tourism Improving Livelihoods for Thousands in Lake Toba and Lombok. Washington, DC: World Bank Group.
World Tourism and Travel Council. (2019). Crisis Readiness Report. London: WTTC.
Zhang, F., et al. (2024). Resilience and recovery: A systematic review of tourism governance strategies in disaster-affected regions. International Journal of Disaster Risk Reduction, 101, 104217.
Zhang, Y., Moyle, B., Dupré, K., Lohmann, G., Desha, C., & MacKenzie, I. (2023). Tourism and natural disaster management: A systematic narrative review. Tourism Review, 78(4), 1047-1069.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 PARIWISATA: Jurnal Studi Pariwisata Indonesia

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Lisensi Publikasi
Seluruh artikel yang diterbitkan di PARIWISATA: Jurnal Studi Pariwisata Indonesia dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Ketentuan Lisensi CC BY-SA 4.0
Dengan lisensi ini, pembaca dan pengguna artikel diizinkan untuk:
Berbagi (Share) — menyalin dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apapun untuk tujuan apapun, termasuk tujuan komersial.
Adaptasi (Adapt) — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi untuk tujuan apapun, termasuk tujuan komersial.
Syarat yang Harus Dipenuhi
Pengguna artikel wajib memenuhi ketentuan berikut:
Atribusi (Attribution) — Pengguna harus memberikan kredit yang sesuai kepada penulis dan jurnal, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Atribusi dapat dilakukan dengan cara yang wajar, namun tidak boleh menyiratkan bahwa penulis atau jurnal mendukung pengguna atau penggunaan tersebut.
Berbagi Serupa (ShareAlike) — Jika pengguna menggubah, mengubah, atau membuat turunan dari materi, pengguna harus mendistribusikan kontribusi tersebut di bawah lisensi yang sama dengan materi asli (CC BY-SA 4.0).
Tanpa Pembatasan Tambahan — Pengguna tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau sarana teknologi yang secara hukum membatasi orang lain melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi.
Hak Cipta Penulis
Penulis mempertahankan hak cipta atas karya mereka. Dengan mengirimkan manuskrip ke PARIWISATA, penulis memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan ketentuan:
- Penulis tetap memegang hak cipta penuh atas artikel
- Penulis memberikan lisensi eksklusif kepada PARIWISATA untuk publikasi pertama
- Setelah publikasi, artikel dapat disebarluaskan dengan tetap mencantumkan kredit publikasi pertama di PARIWISATA
- Penulis bebas membuat perjanjian kontrak tambahan secara terpisah untuk distribusi non-eksklusif