Bleisure Travel: Mengoptimalkan Pariwisata Bisnis dan Rekreasi di Era Digitalisasi
Kata Kunci:
bleisure travel, pariwisata bisnis, pariwisata rekreasi, MICE, pariwisata berkelanjutan, manajemen destinasiAbstrak
Bleisure travel, istilah yang menggabungkan business dan leisure, semakin populer seiring transformasi digital dan perubahan gaya hidup pekerja profesional global. Fenomena ini muncul dari kebutuhan para pelaku perjalanan bisnis yang ingin menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dengan rekreasi pribadi, diperkuat oleh normalisasi kerja jarak jauh pascapandemi COVID-19 (Richards, 2021; UNWTO, 2022). Artikel ini menganalisis konsep bleisure travel, faktor-faktor pendorong pertumbuhannya, manfaat bagi wisatawan dan industri pariwisata, tantangan implementasi, serta strategi pengelolaan destinasi untuk memaksimalkan peluang dari fenomena ini. Melalui pendekatan tinjauan literatur sistematis dan studi kasus destinasi terkemuka, analisis menunjukkan bahwa bleisure travel mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan (average length of stay), memperbesar pengeluaran di destinasi, serta membuka peluang diversifikasi produk pariwisata (Lichy & McLeay, 2018; Mathews & Rothenberg, 2017). Namun, tantangan berupa perbedaan regulasi lintas negara, keterbatasan infrastruktur, dan kesiapan destinasi perlu diantisipasi secara strategis. Pengembangan bleisure travelyang optimal memerlukan sinergi antara sektor korporasi, penyedia layanan perjalanan, pemerintah, dan Destination Management Organizations (DMO) (Davidson & Cope, 2018; WTTC, 2021).
Kata Kunci: bleisure travel; pariwisata bisnis; pariwisata rekreasi; MICE; pariwisata berkelanjutan; manajemen destinasi
Referensi
Chen, H., & Petrick, J. F. (2016). Health and wellness benefits of travel experiences: A literature review. Journal of Travel Research, 55(6), 709–720.
Davidson, R., & Cope, B. (2018). Business travel: Conferences, incentive travel, exhibitions, corporate hospitality and corporate travel. Routledge.
Gustafson, P. (2014). Business travel from the traveller's perspective: Stress, stimulation and normalization. Mobilities, 9(1), 63–83.
Jansen-Verbeke, M., & Van Rekom, J. (1996). Scanning museum visitors: Urban tourism marketing. Annals of Tourism Research, 23(2), 364–375.
Lichy, J., & McLeay, F. (2018). Bleisure: Motivations and typologies. Journal of Travel & Tourism Marketing, 35(4), 517–530.
Mathews, J., & Rothenberg, R. (2017). The rise of bleisure travel. Skift Report.
Pizam, A. (2010). International encyclopedia of hospitality management. Butterworth-Heinemann.
Richards, G. (2021). Rethinking leisure, tourism and work. Annals of Leisure Research, 24(1), 1–18.
UNWTO. (2022). Tourism trends and policies. United Nations World Tourism Organization.
WTTC. (2021). Travel & tourism economic impact report. World Travel & Tourism Council.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 PARIWISATA: Jurnal Studi Pariwisata Indonesia

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Lisensi Publikasi
Seluruh artikel yang diterbitkan di PARIWISATA: Jurnal Studi Pariwisata Indonesia dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Ketentuan Lisensi CC BY-SA 4.0
Dengan lisensi ini, pembaca dan pengguna artikel diizinkan untuk:
Berbagi (Share) — menyalin dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apapun untuk tujuan apapun, termasuk tujuan komersial.
Adaptasi (Adapt) — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi untuk tujuan apapun, termasuk tujuan komersial.
Syarat yang Harus Dipenuhi
Pengguna artikel wajib memenuhi ketentuan berikut:
Atribusi (Attribution) — Pengguna harus memberikan kredit yang sesuai kepada penulis dan jurnal, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Atribusi dapat dilakukan dengan cara yang wajar, namun tidak boleh menyiratkan bahwa penulis atau jurnal mendukung pengguna atau penggunaan tersebut.
Berbagi Serupa (ShareAlike) — Jika pengguna menggubah, mengubah, atau membuat turunan dari materi, pengguna harus mendistribusikan kontribusi tersebut di bawah lisensi yang sama dengan materi asli (CC BY-SA 4.0).
Tanpa Pembatasan Tambahan — Pengguna tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau sarana teknologi yang secara hukum membatasi orang lain melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi.
Hak Cipta Penulis
Penulis mempertahankan hak cipta atas karya mereka. Dengan mengirimkan manuskrip ke PARIWISATA, penulis memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan ketentuan:
- Penulis tetap memegang hak cipta penuh atas artikel
- Penulis memberikan lisensi eksklusif kepada PARIWISATA untuk publikasi pertama
- Setelah publikasi, artikel dapat disebarluaskan dengan tetap mencantumkan kredit publikasi pertama di PARIWISATA
- Penulis bebas membuat perjanjian kontrak tambahan secara terpisah untuk distribusi non-eksklusif